Jumat, 12 September 2014

Karena di dunia ini ada iqfa

Seperti biasa, aku mencari setetes air untukku menahan haus, sedikit mecari sebutir padi untukku menahan lapar.
Di sana, bukanlah tempat yang aku inginkan. Semakin hari aku semakin ingin pergi dari sana, namun apa daya disanalah aku masih bisa hidup dan bertahan dari nasehatnya.
Semakin hari, emosiku jadi semakin tak terkendali.
"Apa mereka hendak menggambarkan kehidupan?"

"Tidak perlu, sedikit istirahat mereka bisa melukiskan kehidupan?"

Aku kembali melakukan apa yang sedang aku lakukan, namun orang itu... Dia... Salah satu yang membuatku tidak betah, salah satu yang selalu mencari perkara, salah satu yang sok elite berkata

"Matahari sudah meninggi, alangkah baiknya kalian berhenti sejenak dan berteduh...!"

"Aku yang membiarkan mereka menikmati sedikit masa bebas mereka karena mereka baru saja keluar dari negara lain"

Seolah enggan mencari perkara, aku meminta mereka berteduh dan segera melukiskan apa yang bisa mereka ungkapkan.

Aku kembali keperaduan otak yang hampir meledak...

"Iya, nanti aku perbanyak!"

"Ada berapa"

"Bukannya kemarin anda bilang hanya 3"

"Oh gak setahuku lebih banyak dari itu"

"Lho... Kemarin waktu saya bilang cuma 1, anda bilang ada 3, setelah saya bilang 3 anda bilang lagi 5...

Semakin meninggi semakin memuncak saat dia mengkonfirmasi kepada orang lain yang orang itu sendiripun kurang dapat memahami

"Aku takkan mempersoalkan itu, 1, 3, 5 atau berapapun akan aku perbanyak semau kalian"

Energi otak dan mesinku semakin melemah, aku memutuskan untuk kembali dan mengisi ulang energi dan bahan bakarku.

Hingga hampir senja di sore hari aku baru terhenti dan mendengar suaranya, setidaknya satu satunya yang buat aku tenang ya... Dia, dia yang aku cinta... Cinta yg aku puja

Mentari telah tergantikan, namun bagiku matahari telah tenggelam saat pukul 10.00 malam, itulah waktu dimana aku bisa menikmati duniaku, dunia yang aku inginkan.
Damai, tenang, tanpa beban apapun

Dunia dimana aku bisa menulis
Dunia dimana aku bisa berpikir
Dan dunia dimana aku tak ingin pergi

Karena di dunia ini, ada iqfa

1 komentar: